Imagination at Night, Alone

Pembicaraan sederhana. Antara saya dengan seorang kawan ketika kuliah dulu. Dari ajang saling bilang rindu, mengingatkan, lalu sampai kepada ajang pembeberan tentang khayalan saya.

*****

Aku ingin melarikan diri. Kau tahu aku akan kemana? Hmmm, rasanya aku sudah tau kamu akan menjawab apa. Raut wajah mu menjelaskan semuanya.

Aku akan, masuk Rumah Sakit Jiwa. Aku ingin mendaftarkan diri ku sebagai pasien disana. Dan, apakah kamu tahu apa yang akan ku lakukan disana? Hmm, ada apa dengan raut wajah mu? Kamu tidak perlu secemas itu. Kategori ke-gila-an ku tidak akut. Hanya termasuk dalam Psikosis -Schizophrenia -depresif.

Baiklah, itu baru permulaan. Setelah ini akan aku beberkan rencana ku keseluruhan.

Ku harap kamu, akan masuk Rumah Sakit Jiwa di tempat yang terpencil. Dipulau yang jauh dari dunia modern. Dimana pulau itu hanya dihuni oleh orang – orang ‘seperti’ mu. Maka kamu tidak akan pernah keluar dari sana.

Ohh, akhirnya kamu angkat bicara juga. Rasanya, aku setuju dengan usulan mu. Harapan mu. Hanya saja, aku akan menambahkan fasilitas disini. Pulau yang jauh dari dunia modern, keliatannya. Namun, tidak dalam sebenarnya.

Aku dapat koneksi 24 jam, laptop, kamar  pribadi.

Aku bebas melakukan aktifitas kesukaan ku. Tentu saja tidak lepas dari pengawasan dan obat. Serta konsultasi.

Kamu tahu rencana ku? hehehehe. Akan aku beberkan sekarang.

– Saya adalah manusia yang tidak gila, hanya saja memiliki otak yang kelebihan muatan. Saya bilang saya JENIUS namun orang bilang saya GILA.

– Saya dengan kemauan saya senidir, mendaftarkan diri sebagai pasien Rumah Sakit Jiwa.

– Saya senang, dapat seragam putih. Saya seperti DOKTER. Horeeee 🙂

– Bonusnya, saya dapat Laptop. Ini murni dari orang tua saya. Yang tentu saja ambil andil besar dalam pendaftaran saya disini. Terimaksih ibuk, bapak.

– Saya akan membobol bank, menghacking sistem pemerntah, sistem pertahanan, dan saya akan mengaktifkan rudal. Menciptakan peperangan terjadi.

– Setelah saya puas. Saya akan memasukkan rencana rencana saya kedalam sebuah buku. NoveL. Dan diterbitkan.

– Saya dalam tahap penyembuhan.

– Saya dikeluarkan. Dinyatakan sembuh.

– Terimkasih pak Dokter. Saya sudah ‘bebas’.

– Saya mengejar target pertama saya untuk saya bunuh. 🙂

*****

Kawan saya ketika itu hanya tertawa. Ya, saya biarkan saja. Mungkin saja hal yang saya ucapkan adalah benar. Karena, memang saya sudah menyiapkan list siapa orang orang yang akan saya bunuh, nantinya. 🙂

*Selamat Malam dan Selamat pagi 🙂

Advertisements