Gairah dalam kegelisahan

Memangnya apa yang salah? Rasa cinta ku kepadanya? Rasa ku yang memburu akan keberadaannya secara terus menerus? Ataukah rasa rindu ku akan suaranya yang selalu menggetarkan otot-otot halus dibawah kulit ku?

Hmmm, Tidak!! Aku yakin tidak ada yang salah pada ku. Pada perasaan ku. Aku menggelengkan kepala berkali kali. Meyakinkan diri ku bahwa tidak ada yang salah pada ku maupun perasaan ku. Aku mencoba menenangkan perasaan ku, menenangkan otak ku yang gelisah. Namun tidak berhasil, malah membuat perut ku mual. Lalu, apa sebenarnya yang membuat ku merasa begitu gelisah dan tidak nyaman?

Aku berputar putar ruangan sekenanya. Sambil mendesar resah berulang-ulang. Kesana kemari. ke kanan ke kiri lalu ke kanan lagi. Mencoba berpikir keras. Siapa tahu aku menemukan alasan mengapa aku sangat gelisah, siapa tahu alasan itu sedang bersembunyi di tumpukan memori-memori yang lain. Bersembunyi dengan tenang dan tidak ingin ditemukan.

“Selamat pagi, cherry.” Sapa Brian tiba tiba dengan lembut di telinga ku. Membuat bulu tengkuk ku berdiri merinding. Membuat semua otot-otot ku menegang, Lagi.

“Cherry, ada apa? Kok bengong?” Tanyanya lagi. Sama lembutnya. Ditambah dia bergelayut dipundak ku. Lama. Sambil menggerakan tubuhnya ke tubuh ku. Ke kanan dan ke kiri. Bergerak bergesekan secara teratur.

Aku terdiam dalam kebisingan otak ku yang gelisah. Ribut mencari cara tetap fokus pada ketidaknyamanan ku. Hmmm, ketidaknyamanan apa yang aku maksud? Seperti ini?

Tenggelam. 

Ketidaknyaman yang ku sebut tadi hilang. Berangsur angsur menjadi sangat nyaman dan candu. Aku ingin berada dalam hangatnya diri Brian.Dalam kuatnya lengan yang mendekap ku. Dalam gairah cumbu yang lembut namun liar saat bibir kita bertemu.

“Cheerr…” Brian memanggil nama ku kesekian kalinya. Kali ini dia mendekatkan kulit bibirnya di telinga ku. Sehingga aku dapat dengan jelas mendengar desahan nafasnya. Menghancurkan ritme detak jantung ku. Menghamburkan tatanan memori yang tersusun rapi.

“hmmm….” Hanya itu yang keluar dari bibir ku. Suara ku tercekat hilang entah kemana. Malu – malu atau takut untuk keluar. Hanya sekedar mengatakan , “egh, Brian aku harus Kuliah”.

Aku hanya terdiam terpaku, menatap cermin yang memantulkan tubuh ku dan tubuhnya. Disana kulihat Brian masih bergelayut mesra di pundak ku. Mengendus leher ku. Sesekali mencumbui telinga ku. “Oh Tuhan” Aku tahu apa yang membuat ku gelisah. Laki – laki ini.

Laki-laki yang ku taruh perasaan ku padanya. Laki-laki yang membuat ku setengah mati mengejarnya. Laki-laki yang selalu ku temukan dalam setiap kuliah Interior ku. Ya! Laki-laki ini adalah dosen ku. Laki-laki ini adalah suami wanita lain. Ayah dari anak – anak yang tak ku kenal. Laki-laki ini, laki-laki yang membuat ku  jatuh cinta. Yang membuat ku bergairah setiap kali melihatnya.

#”Oh Tuhan”…..Aku Tidak akan meminta maaf. Karena aku menikmatinya. Karena aku menginginkannya.

Sidoarjo, My ROOM.
07 oktober 2011
Advertisements