Dia tahu, aku kagum padanya.
Dia pun tahu bagaimana perasaan ku padanya.

 

Namun, siapa aku?

Aku tak punya kepercayaan diri yang luar biasa kuat.

Meski hanya untuk sekedar menatapnya utuh.

 

Aku bukan juga perempuan yang punya pesona.

Hanya perempuan yang terbungkus kemasukulinan laki – laki.

Hingga senyumpun dikira seringaian menantang.

 

Aku absurd.

Namun, dari sekian keabsurdan ku, seluruh molekul, tiap mili peta genetika pada diriku.

Mengeluh, mengerang.

Meminta mengatakan,

 

“Aku mencintai dia”.

Advertisements