Golongan Darah

Saya curiga. Mulai curiga. Sebenarnya kecurigaan itu sudah muncul ketika saya masih dibangku SMA. Kecurigaan yang tidak hanya dikata tidak masuk akal.

” Saya ini anak siapa.”

Kalimat perusak suasana itu selalu muncul dikepala. Terlebih para ustad [sebutan untuk guru laki-laki] selalu meledek ku dengan pertanyaan dan pernyataan yang, well yeah kalo orang normal mungkin saja langsung muram durja. ” Kamu yakin anak orang tuamu? Kok g ada mirip miripnya sama bapak ibu mu?” Aku hanya cengengesan mendengar kalimat tersebut. “iya ya tad, jangan jangan saya ini anak yang ditemukan di tong sampah,” sahut ku ringan.

Hoe, sapa yang perduli dengan status ku dirumah. Mau anak beneran atau tidak. Aku sama sekali tak perduli. Namun, pikiran ringan yang kuanggap dulu [waktu SMA]. Kini [saya masih kuliah T_T] makin menjadi isu yang serius.

Siang itu, ketika jalan masih lenggang. Mata ku tertuju pada bis yang bertuliskan, “PMI, Donor Darah membuat Anda sehat.” yang kebetulan sedang parkir di Taman Bungkul. “kesempatan yang bagus ini. Jarang-jarang ketemu bis donor darah keliling [bukan SIM keliling]. Mampir dan kemudian cek darah.

” Sudah pernah donor darah sebelumnya?” tanya bu dokter cantik yang mengoleskan alkohol ditangan kiri ku.

” Belum pernah dok, memangnya kenapa? ada masalah?”

” Ohh, tidak ada.”

dan keheningan pun terjadi.

Aku sibuk memperhatikan dokter cantik itu mengoles – oleskan darah ku ke tetesan cairan yang entah itu apa. Berubah warna. Dan dari situ kita akan tau golongan darah kita apa. [cat: sampai saat itu saya tidak tahu golongan darah saya yang pasti apa].

” Golongan darahnya A ya?”

” He? yaah… kok A dok. Serius ya dok A?”

” Lho kenapa?” Bu Dokter cantik itu bertanya dengan nada terkejut. Ada sedikit wajah waspada disana.

” hehehe, g kenapa kenapa kok dok. Cuman saya berharap golongan darah saya AB. soalnya dikarakter golongan darah, Saya AB banget. Bukan A”.

“ooohh, saya kira golongan darah mbak beda dengan keluarga,” sahutnya lega.

Yah, ya iya. Golongan darah keluarga ku apa ya? Hmmm…

Dalam perjalan pulang yang sedikit ‘geliyeng’, Isu waktu SMA kembali lagi muncul dalam ingatan. Seperti ada yang mengeklik folder paling bawah, membuka buka lagi. Erghh, sangat menyebalkan.

Tak langsung pulang kerumah. Mampir ke rumah Ibu terlebih dahulu.

“mama, golongan darahnya apa?”

“mama golongan darahnya O kok. Suer. Waktu nikah kan ditanyain. Mama sama papa juga O.” Jawabnya dengan nada meyakinkan ku. Tapi hal tersebut malah membuat ku berputar putar.

 

” Golongan darah ku A ma. Terus aku anak siapa? ” Tanya ku datar.

Pulang kerumah dengan beribu pertanyaan di kepala. Entah akan sampai kapan isu aneh tersebut ku bawa.

14 April 2012

Advertisements