Random

Kian hari kian jam, menit detik.

Disorientasi gender mulai menguat 1% tiap kali bernafas. 

Detak nadi, jantung, degup otak, meningkat ketika ku lihat gadis gadis mungil. Dengan umur kisaran 15 tahun, menari dengan lucunya.” Oh, apakah saya pedofil kombinasi Masochist?”

” Ke Psikiater sana!”

Teringat saran dari teman yang sering ku dengar. Namun hanya anggukan yang sanggup ku jawab. Hingga saat ini! Makin memburuk.

” Masa cewek ngopy cewek mbak? “

Tanya junior ku suatu ketika. Saat kami bertemu tak sengaja diparkiran. Yang aku yakin dia hanya bermaksud untuk menggoda. Namun, akal sehat ku yang setengah, merespon berlebihan. “Hmm, apakah saya Gay?”

***

Oke, sudah ku putuskan untuk memangkas habis rambut gondrong ku. Gondrong bagi ku. Karena bagi perempuan tulen adalah rambut panjang sebutannya. Tertata rapi. Bertolak belakang dengan ku. Gondrong sebutan untuk rambut ku yang menjuntai sepunggung. Tak teramut.

Potongan pendek seleher, dengan poni acak acakan. Sedikit membuat ku terlihat seperti personil boyband korea yang agak feminim. Hhh, diluar dugaan. Lagi lagi kecewa. Potongan laki laki yang ku mau tak ku dapatkan. Sepertinya percuma. Aku tidak akan pernah bisa menjadi laki laki. Terlebih karena ke buntalan ku yang jelas terlihat seperti bola bowling berkelamin perempuan. Hhh….

#kegalauan tanpa asupan gizi normal

Advertisements