SAYA INI (SI)APA? #PART2

Good Morning

Guten Morgen

Ohaiyogozaimashu ta

Selamat Pagi.

***

Bangun sudah dari 1jam 30 menit yang lalu. Bingung mau ngapain, akhirnya setelah kemana – mana (maen di forum, email, ym) saya putuskan mampir ke wordpress. Ah sudah berapa hari saya tidak mengunjungi mu, my dearest girlfriend. Ahahaha, seminggu ada kali ya. Kali ini saya mau meracau tentang diri saya. Hmm, tentang yang baru yang ada pada diri saya.  

Setelah mampir selama lebih dari 3 jam di web sepocikopi.com.  Membaca artikel apapun.

Ada pertanyaan untuk diri sendiri. Am i true Lesbian? Atau jadi lesbian karena riwayat hidup. Misal trauma atau apa. *kayak Vampire aja ada True Blood.

***

Seberapa keras kamu melesbiankan seseorang, jika memang orang tersebut tidak lesbi maka usaha mu tidak akan berhasil.

Satu kalimat itu membuat saya mengangguk tanpa sadar. Saya setuju sekali. Karena jika memang orang tersebut tidak ada benih lesbian maka dia tetep menjadi straight. Memiliki teman lesbian atau bermain di dalam forum lesbian tidak akan merubahnya menjadi lesbi.

Tapi ada 1 artikel yang mengatakan bahwa 60% perempuan itu tertarik dengan sesama jenis. Maka dari itu tidak heran perempuan lebih mudah berinteraksi dengan sesama perempuan. Dalam hal apapun. *entah ini akurat atau tidak. artikelnya juga saya lupa tidak bookmark -__-.

***

” Ga ndo, kamu itu normal” , ” Gaa, kamu masih ada di area abu – abu”, ” Ndo, kamu jadi kebawak kan gara2 ikut forum lesbian.” , ” Ndo, yakin? ini pasti kamu setress gara2 Tugas Akhir. Jadi kamu cari pelampiasan”, dan respon lain sebagainya dari teman terdekat saya. Setelah saya mendeklarasikan bahwa saya suka perempuan. Saya tidak mendeklarasikan bahwa saya Lesbian. Saya bilang kepada mereka, ” Jatuh cinta g pandang kelamin. Jatuh cinta bisa kepada siapa saja. Yaaaa, tidak menutup kemungkinan saya jatuh cinta sama laki – laki, entah kapan. Tapi untuk sekarang yang saya cintai dan bisa membuat saya deg-deg an adalah perempuan”.

Mereka mungkin tak habis pikir. Tapi mereka sudah bisa mengira bahwa saya. ada “Bakat” untuk menjadi lesbian. Ntahlah apa yang ada dalam pikiran mereka. Ada yang bisa menerima, ada yang melakukan penyangkalan (hei, apa itu sebuah penyangkalan?), Ada yang crewet merespon deklarasi saya. Ahahaha, well mereka perhatian.

Dan pertanyaan itu saya kembalikan ke diri saya.

Apakah saya benar – benar seorang lesbian?

Sampai detik ini saya tidak tahu. Atau saya tidak / takut mengakuinya? Ntahlah, banyak keraguan. Yang pasti yang jelas. Saat ini saya sedang jatuh cinta kepada perempuan. Hati dan otak saya fokusnya kepada perempuan. Itu saja untuk saat ini yang jelas. Apakah hal tersebut membuat saya menjadi lesbian? *angkat tangan deh*

– sekian –

Advertisements