but i won’t give up

“… Well i won’t give up…”

On us.

Even if the skies get rough.

***

If you stay, i’ll try

But if you decide to go, i won’t try to make you stay.

***

Aku terlalu naif ketika itu. Tidak mengindahkan segala isyarat yang kamu berikan. Entah tidak mengindahkan atau pura – pura, menutup indera, menampik fakta.

” Aku pergi, sayang. “

Aku terlalu percaya padamu. Terlalu mencintaimu, terlalu menyayangimu. Terlalu bergelayut pada rasa terlalu, yang sesungguhnya bisa saja aku kendalikan. Namun, lagi – lagi pura – pura, menutup indera, menampik fakta.

” Kali ini aku serius. Kita tidak bisa bersama lagi. Kita sampai di sini saja. “

Aku menertawakanmu (ku?). Aku menertawakan kalimat yang kamu sampaikan saat itu. Begitu santainya sambil menengguk coklat panas kesukaan mu (aku suka sekali menikmati yang kamu suka).

” Lelucon itu terus yang kamu sampaikan. Apa tidak bosan sayang? “

Aku bertanya seperti biasa, merespon seperti biasa, menyunggingkan senyum di satu sisi. Seperti biasa aku tidak menganggap kalimatnya yang seperti itu adalah serius. Meski berkali – kali dia menyisipkan kata “serius” di dalamnya. Aku bertingkah seperti biasa. Seperti biasa yang akan menjadi tidak lagi biasa, yang akan menjadi seperti biasa terakhir ku, terakhir kita.

***

“… I won’t give up on us
Even if the skies get rough…”

“…I don’t wanna be someone who walks away so easily…”

Alunan lagu yang menenangkan, didendangkan lewat stereo yang apik di Resto yang tengah mempercantik diri. Di luar sedang hujan, gerimis namun stabil. Kecepatan gerimis yang tidak bisa dilawan. Keadaan di dalam resto sama dinginnya dengan di luar sana. Coklat panas pun tak lagi mampu merengkuh hangat tubuh ku.

” mas, bisa tolong kecilkan Acnya? “

” wah maaf ya mbak, ga bisa. soalnya Ac central. lagi pula ini sudah paling kecil. “

” ooh….”

“….I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up, still looking up….”

Dan di tengah restoran, seorang pemuda melamar kekasihnya dengan begitu anggun, manis, dan pasti tak terlupakan. Riuh takjub yang mengundang bisik dari segala penjuru restoran. Termasuk kita. 

Meski kata kita yang tak lagi sama, yang tak lagi ada aku dan kamu diantaranya.

***

Rumah – Kamar – Sidoarjo, 22:32

Eksekusi akhir ga keren ah. Ga sakit sama sekali. Kurang!

*kehilangan ritme ditengah – tengah.

Advertisements