yang “nya”

” Sadar ga sejak kapan kita saling mencintai sampai seperti ini? “

” Hmm, jujur. Aku ga tahu. Mungkin sebenernya kita sudah saling mencintai sejak lama. Bahkan sebelum kita bertemu, namun Tuhan baru mempertemukan kita setelahnya. “

… Maka dari itu kenapa terasa sudah sangat lama kita bersama. Meski nyatanya kita bertemu baru – baru saja.

*percakapan selepas kerja mu yang sangat melelahkan.

24/05/2014, 00:28

***

Bisa saja hal itu benar adanya. Kalimat ‘mungkin sebenernya kita sudah saling mencintai sejak lama. bahkan sebelum kita bertemu, namun Tuhan baru mempertemukan kita setelahnya’.

Setelahnya, nya- adalah kamu melalui dengan beberapa perempuan yang keluar masuk hidup mu, otak mu. nya – adalah, setelah ku melalui beberapa ketidaknyamanan, keraguan dalam diriku. nya – adalah dimana masa ketika kamu dan aku sama – sama berada di titik temu setelah lama berjalan. nya – adalah momentum yang membuat kata kamu dan aku menjadi kita.

nya – adalah akumulasi kejadian, nya – adalah masa lalu.

aku berterimakasih kepada “nya” , karena “nya” aku bertemu dengan mu, perempuan yang sangat ku sayang. perempuan yang kehadirannya mampu membuat ku menerima siapa diriku. perempuan yang mampu membuat ku tersenyum tanpa harus bersusah payah.

Kamu, 🙂

* rasanya ga akan pernah cukup ya menulis bagaimana perasaan ku kepadamu. ga akan pernah habis. dan memang jangan. semoga kita kedepannya terus dan terus bersama. aamiin 🙂

rumah – kamar – Sidoarjo

24/05/2014, 00:57

Advertisements